1 harapan

Standar

ketika aku di nyatakan LULUS dari SMA aku berlomba dengan yang lain untuk mendapatkan universitas negeri sesuai yang aku inginkan , pertama berawal dari ajakan teman ku untuk mengikuti te masuk salah 1 universitas negeri . aku tak ada niat sama seklai untuk mengikuti nya . tapi karna ajakan teman ku ya ku setujui saja .

dan tak lupa juga kedua orang tua ku menyuruh untuk sekolah KERAJAAN alias kedinasan yang tudak semua orang bisa masuk sekolah tinggi itu .

aku mencoba IPDN ynag dulu di kenal dengan nama STPDN banyak kontroversi dari teman teman ku karen tahun lalu STPDN banyak menyiksa bahkan sampai menghilangkan nyawa praja nya (sebutan untuk pelajar yang di STPDN) .

aku pun sempat ada rasa takut akan hal itu dan ku berani kan diri bertanya kepada ke dua orang tua ku , ” ma pa emang nanti di IPDN bakal di siksa segala macem yaa” tanya ku . mama ku hanya tertawa geli “yaa ngga donk na udh ga ada yang kaya gituan lagi ko” .

lega mendengar pernyataan mama ku , dan aku pun mengikuti seleksi masuk seorang PRAJA haa bangga mungkin rasa nya jika aku lolos . banyak yang mendukung saat aku meminta restu dari guru ku di sekolah tapi tak sedikit pula yang bilang aku akan di siksa di sana . hmm yasudah lah ini sudah menjadi keinginan ku untuk membanggakan mereka . tahap pertama aku di nyatakan lolos untuk tahap selanjut nya . yaa cukup mengembirakan memang saat aku di nyatakan lolos tak menunggu lama aku pun memberi tahu kepada mama papa ku , ” ma ina lolos tahap pertama” . senyum kegemiraan dari raut muka ibuku menambah semangat ku untuk terus maju menghadapi tahapan selanjut nya . memang kemarin aku sempat drop saat aku tahu harus memangkas rambut menjadi pendek oo tidak aku yang berusaha membuat rambut ini menjadi panjang harus di pangkas dalam waktu singkat , sempat terjadi konflik aku dengan ibu ku karena perbedaan pendapat karena IPDN itu .

aku bertanya ” ma memang nya harus dengan rambut pendek ya masuk IPDN , males banget dehh sama rambut pendek” dengan sedikit geram mama ku menjawab “ya allah na apa sih arti rambut kalo bisa terbayar sama kesuksesan” langsung merubah mood ku menjadi jelek aku pun sempat marah kepada ibuku . jujur saja aku tidak pernah merasakan rambut panjang dari SD , selalu rambut pendek yang di inginkan papa ku .

dan aku pun tes di daerah kuningan di antar papa ku , waw aku telat memasuki ruangan ujian yaa alhasil aku mendapat kursi di belakang . yaa tak apa lah pikir ku . dengan sangat bodoh aku yak mebawa foto dan pensil HB waah bisa mati aku nih . dengan memberanikan diri aku bertanya kepada pengawas alhamdulillah ternyata panitia menyediakan pensil HB . dan aku hanya memasang FOTO 2×3 seharus nya 4X6 . samapai pukul 15.00 aku baru selesai ujian . yaa tentu saja papa ku dengan setia menunggu ku di lantai bawah sedangkan aku ujian di lantai 3 . aku menghampiri papa ku dengan segudang cerita yang ku alami di ruang ujian tadi . ” bagaimana na bisa tidak” tanya papa ku “bisa pa tapi ada sedikit kendala ina ga bawa pensil HB” , “loh kamu ini gimana sih” tanya papa ku aku hanya terdiam .

hmm aku lupa tanggal berapa pengumuman itu . dengan membuka web DKI ku buka perlahan ku cari nama ku tapi ternyata nama ku tidak termasuk sebagai calon praja yang akan mengikuti tes selanjut nya . aku panik bagaimana ini cara memberi tahu kedua orang tua .

bissmillah dengan kata itu aku beranikan diri menuju lantai atas dan menghampiri keua orang tua ku yang sedang asik bercengkrama berdua , “ma ina ga lolos IPDN” raut muka ibuku seketika langsung berubah dan rasa bersalah mengahampiri ku . yaa allah aku merasa berdosa . tapi lagi lagi orang tua ku mencoba menghibur ku .”yaudah ga apa tahun depan di coba lagi yaa” .

yaa allah tak tega aku melihat kekecewaan di raut muka ke dua orang tua ku , aku merasa bersalah tidak bisa membuat mereka bangga kepada ku . aku yang menangis dalam rasa penyesalan karena tidak bisa membuat keinginan ke dua orang tua ku terwujud .

yaa maklum saja papa ku seorang pejabat yang cukup di hormati banyak orang , papa ku seorang pegawai negeri sipil dengan jabatan saat ini sebagai wakil lurah mengingin kan anak nya agar tidak susah di masa depan dan agar menjadi PNS agar hidup nya bisa sama seperti nya di masa akan datang . mama ku pun seorang pegawai negeri sipil .

cita cita ku dari dulu ingin sekali seperti papa ku , karena untuk jadi seorang seperti kakek ku tidak mungkin . haahah yaa karena fisik ku yang tidak kuat kena sinar matahari kakek ku seorang TNI .

Yaa allah sampai saat ini pun rasa bersalah itu pun masih datang menghampiri ku . aku merasa menjadi anak yang tidak berguna untuk kedua orang tua ku . maaf kan aku ma pa . janji ku kali ini . dengan prestasi ku aku akan membuat kalian bangga .

I LOVE YOUU SO MUCH MY PARENTS .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s