Transmisi Budaya dan Biologis Serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan

Standar

Transmisi Budaya
Transmisi budaya hadir dalam bentuk komunikasi yang berakibat pada penerimaan individu. Dalam prosesnya bentuk komunikasi dipengaruhi dan ada kaitannya dengan pengetahuan dan pengalaman individu. Melalui individu, komunikasi menjadi bagian dari pangalaman kelompok, audience berbagai jenis, dan individu menjadi bagian dari suatu massa. Hal ini merupakan pengalaman yang kemudian di lakukan kembali dalam bentuk komunikasi. Warisan kemudian adalah dampak akumulasi budaya dan masyarakat sebelumnya yang sudah menjadi hak asasi manusia. Kemudian hal itu dipindahkan oleh individu, orang tua, kawan sebaya, kelompok primer dan sekunder dan proses pendidikan.

Transmisi budaya mengambil tempat dalam dua tingkatan yaitu kontemorer dan historis. Pada tingkatan kontenporer, media massa memberikan perubahan nilai masyarakat, dengan selalu memberikan bibit perubahan secara terus-menerus. Misalnya progrm televisi atau film yang mempertontonkan tema-tema tabu seperti sex dan telanjang, ini tentu akan mengakibatkan pergeseran budaya (akan terjadi trasmisi budaya) ataupun perubahan di dalam struktur sosial.

Sementara itu, dalam tingkatan historis umat manusia telah dapat melewati atau menambahkan pengalaman baru dari sekarang untuk membingnya ke masa depan. Dalam perjalannya manusia sudah dapat mengakumulasi pengalamannya dan juga membuktikan telah dapat menyortir dan menyaring diantara ingatan, membuang yang tidak dibutuhkannya, dan pemesanan istirahat untuk kesenangan dalam transmisi baik kepada teman sebaya maupun anak cucu.

Seperti diungkapkan oleh Gover (dalam Tubbs dan Moss, 1996) bahwa setiap individu memperoleh identitas diri dengan memperhatikan dan diperhatikan oleh orang lain. Lebih jauh lagi, kita menumbuhkan identitas dan nilai diri dengan membandingkannya dengan orang lain. Sampai batas tertentu, setiap manusia dapat dikatakan melakukan komunikasi dalam pengertian berbagi pengalaman dan memahami pengalaman orang lain dengan cara menciptakan dan menggunakan lambang-lambang yang saling dipertukarkan. Perkembangan emosi yang menjadi bagian dari proses pembentukan kepribadian tidak pernah bisa kita pahami secara terpisah dengan kebudayaan. Clifford Geertz (1992) mengungkapkan bahwa respon atau tindakan-tindakan kita pada taraf tertentu ditentukan secara genetis, tetapi juga bisa bersifat kultural. Gagasan-gagasan, nilai-nilai, dan tindakan-tindakan, bahkan emosiemosi kita, seperti sistem syaraf kita sendiri merupakan hasil-hasil kebudayaan, yaitu hasil-hasil yang diciptakan. Sistem syaraf pusat kita, secara khusus neokorteksnya, tumbuh sebagian besar dalam interaksinya dengan kebudayaan. Sistem itu tidak dapat mengarahkan tingkah laku kita atau menata pengalaman kita tanpa pengarahan yang diberikan oleh sistem-sistem simbol yang bermakna. Simbol-simbol tersebut bukan sekedar ungkapan-ungkapan, alat-alat bantu, atau hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi biologis, psikologis, dan sosial kita, melainkan merupakan prasyarat untuk eksistensi kita yang terjadi melalui bentuk-bentuk kebudayaan yang sangat khusus, seperti kebudayaan Jawa.

Pengaruh kebudayaan ini dapat dilihat dalam penerapan beberapa pola komunikasi keluarga. Hildred Geertz (1985) menyatakan bahwa masyarakat manapun keluarga adalah jembatan antara individu dan budayanya. Terutama pengalaman masa kanak-kanaknya diberi bentuk fundamental oleh bangunan kelembagaan di dalam keluarga dan dengan pengalaman itulah dia memperoleh pengertian, perlengkapan emosional, ikatan-ikatan moral yang memungkinkan baginya, sebagai seorang dewasa
bertindak selaku seorang anggota dewasa di dalam masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s