Akulturasi dan Relasi Internakulturasi

Standar

Pengertian Akulturasi (acculturation atau culture contact) adalah proses sosialyang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentudihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengansedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Secara singkat, akulturasiadalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.

 

  • Ø Masalah yang Timbul dalam Akulturasi

Dalam meneliti akulturasi, ada lima golongan masalah mengenaiakulturasi, yaitu :

1.masalah mengenai metode-metode untuk mengobservasi, mencatat,dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat.

2.masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan asing apa yangmudah diterima, dan unsur-unsur kebudayaan asing apa yang sukar diterima oleh masyarakat penerima.

3.masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan apa yang mudah digantiatau diubah, dan unsur-unsur apa yang tidak mudah diganti ataudiubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing

4.masalah mengenai individu-individu apa yang suka dan cepat menerima, dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerimaunsur-unsur kebudayaan asing;

5. masalah mengenai ketegangan-ketegangan dan krisis-krisis sosial yang timbul sebagai akibat akulturasi.

 

  • Ø Hal-hal Penting Mengenai Akulturasi

Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan oleh para peneliti yang akanmeneliti akulturasi adalah :

  1. Keadaan masyarakat pnerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan: bahan mengenai keadaan masyarakat penerima sebenarnya merupakan bahan tentang sejarah dari masyarakat yang bersangkutan. Apabila ada sumber-sumber tertulis, maka bahan itu dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode yang biasa dipakai oleh para ahli sejarah. Bila sumber tertulis tidak ada peneliti harus mengumpulkan bahan tentang keadaan masyarakat penerima yang kembali sejauh mungkin dalam ruang waktu.
  2. Indivisu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing; individu ini disebut juga agents of acculturation. Pekerjaan dan latar belakang dari agents of acculturation inilah yang akan menentukan corak kebudayaan dan unsur-unsur apa saja yang akan masuk ke dalam suatu daerah. Hal ini terjadi karena dalam suatu masyarakat itu adalah masyarkat yang luas dan kompleks, warga hanya mengetahui sebagian kecil dari kebudayaan saja biasanya yang berkaitan dengan profesi dan latar belakang warga tersebut.
  3. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk kedalam kebudayaan penerima,. Hal ini penting untuk mengetahui gambaran yang jelas dari suatu proses akulturasi
  4. Bagian-bagian dari masyarkat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing tadi. Kadang unsur-unsur kebudayaan asing yang diterima tiap golongan-golongan dalam masyarakat berbeda-beda. Oleh karena itu penting untuk mengetahui bagian-bagian mana dari masyarkat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing tersebut.
  5. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing terbagi menjadi dua reaksi umum, yaitu reaksi “kolot”adalah reaksi menolak unsur-unsur kebudayaan asing yang pada akhirnya akan menyebabkan pengunduran diri pihaknyadari kenyataan kehidupan masyarkat kembali ke kehidupan mereka yang sudah kuno, dan reaksi “progresif”adalah reaksi yang berlawanan dengan “kolot” reaksi yang menerima unsur-unsur kebudayaan asing.

 

Internakultural

Menurut Stewart L. Tubbs internakultural adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (baik dalam ras, etnis, atau sosio ekonomi)) atau gabungan dari semua perbedaan ini. Kebudayaan aalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompol orang serta langsung dari generasi ke generasi.

Hamid Mowlana menyebutkan internakultural sebagai human flow across national boundaries. Sedangkan Fred E. Jandt mengartikan internakultural sebagai interaksi tatap muka diantara orang-orang yang berbeda budayanya.

Gou-Ming Chen dan William J. Sartosa mengatakan bahwa internakultural adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok. Selanjutnya internakultural itu dilakukan:

  1. Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahaas satu tema (penyampaian tema melalui symbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyai makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan;
  2. Melalui pertukaran sistem symbol yang tergantung dari persetujuan antarsubjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama;
  3. Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun  bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita;
  4. Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasikannya dengan pelbagai cara. 

 

http://id.scribd.com/doc/27218510/Makalah-Sosiologi-Asimilasi-Dan-Akulturasi

http://alfinnitihardjo.ohlog.com/interaksi-sosial.oh112676.html

http://id.scribd.com/doc/61861705/akulturasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s