Analisis Transaksional

Standar

 

PENDEKATAN ANALISIS TRANSAKSIONAL

  1. Pengertian analisis transaksional

Kata transaksi selalu mengacu pd proses pertukaran dlm suatu hubungan. Dlm komunikasi antar pribadi juga dikenal transaksi  yg dipertukarkan adalah pesan-pesan, baik verbal maupun non verbal. Analisis transaksional adalah suatu model analisis komunikasi dimana seseorang menempatkan dirinya menurut posisi psikologi yg berbeda (Eric Berne’s, Stuart Sundeen, 1995).

  1.    PENDEKATAN DAN TOKOH

Analisis transaksional memandang bahwa manusia sebenarnya adalah semuanya OK, yang berarti bahwa manusia perilakunya mempunyai dasar yang menyenangkan dan mempunyai potensi serta keinginan untuk mengaktualisasikan diri

Eric Berne lahir 10 Mei 1910 di Montreal, Quebec, Kanada, Leonard Bernstein, anak Daud Hiller Bernstein, MD, seorang dokter umum, dan Sarah Gordon Bernstein, seorang penulis profesional dan editor.Satu-satunya saudara, Grace adiknya, lahir lima tahun kemudian.Keluarga berimigrasi ke Kanada dari Polandia dan Rusia. Kedua orang tua lulus dari McGill University, dan Eric, yang dekat dengan ayahnya, berbicara sayang tentang bagaimana dia menemani ayahnya, seorang dokter, pada putaran medis. Dr Bernstein meninggal karena tuberkulosis pada usia 38. Mrs Bernstein kemudian didukung dirinya dan kedua anaknya bekerja sebagai editor dan penulis. Dia mendorong Eric untuk mengikuti jejak ayahnya dan obat-obatan studi. Dia menerima MD dan CM (Master of Bedah) dari McGill University Medical School pada tahun 1935.

 

  1. KONSEP DASAR
    1. Menganggap segala sesuatu yang terjadi pada diri individu adalah baik-baik saja
    2. Memunculkan manifestasi  dan pola perilaku dalam transaksi antara konselor dan klien
    3.   Menentukan peran dan karakteristik ego setiap orang dan memastikan informasi diri dalam transaksi itu. Analisis transaksional adalah suatu system terapi yang berlandaskan teori kepribadian yang menggunakan tiga pola tingkah laku atau perwakilan ego yang terpisah; orang tua, orang dewasa dan anak.
    4.    Scenario scenario kehidupan dan posisi psikologi dasar. Adalah ajaran ajaran orang tua yang kita pelajari dan putusan putusan awal yang dibuat oleh kita sebgai anak dewasa.
    5.  Kebutuhan manusia akan belaian. Pada dasarnya setiap manusia memerlukan belaian dari orang lain, baik itu yang berlainan dalam bentuk fisik maupun emosional.

 

 

  1.       ASUMSI PERILAKU BERMASALAH

Menolak konsep adanya sakit mental pada setiap manusia. Perilaku bermasalah hakekatnya terbentuk karena adanya rasa tidak bertanggung jawab terhadap keputusannya.

 

5.  TUJUAN KONSELING

  1. Membantu klien agar dapat mengatur egostatenya agar berfungsi pada saat yang tepat
  2.  Klien dapat mengkaji keputusan yang dibuat dan membuat keputusan baru atas dasar kesadaran
  3.    Klien dibantu untuk menjadi bebas dalam berbuat, bermain, dan menjadi orang mandiri dalam memilih apa yang mereka inginkan.
  4. Teknik-teknik daftar cek, analisis script atau kuisioner digunakan untuk mengenal keputusan yang telah dibuat sebelumnya.
  5. Klien berpartisipasi aktif dalam diagnosis dan diajar untuk membuat tafsiran dan pertimbangan nilai sendiri.
  6. Teknik konfrontasi juga dapat digunakan dalam analisis transaksional dan pengajuan pertanyaan merupakan pendeatan dasar. Untuk berlangsungnya konseling kontrak antara konselor dan klien sangat diperlukan.

 

 

6.      PERAN KONSELOR

  1. Konselor berperan sebagai guru, pelatih dan narasumber
  2. Sebagai guru, konselor menerangkan konsep-konsep seperti analisis struktural, analisis transaksional analisis skenario, dan analisis permainan
  3.  Sebagai pelatih, konselor mendorong dan mengajari agar klien mempercayai ego dewasanya sendiri.
  4. Membantu klien dalam hal menemukan kondisi masa lalu yg tdk menguntungka
  5.  Menolong klien mendptkan perangkat yg diperlukan untuk mendptkan perubahan
  6. Tugas kunci konselor adalah menolong klien untuk menemukan kekuatan internal guna mengambil keputusan yg cocok

 

 

  1. DESKRIPSI PROSES KONSELING

 

AT bertujuan membantu Klien mengembangkan status egonya sehingga dapat berfungsi lebih baik dengan cara menganalisa transaksi yang dilakukannya. Proses Konseling dalam AT ini dilakukan bahwa setiap transaksi dianalisis, Klien yang nampaknya mengelakkan tanggung jawab diarahkan untuk mau menerima tanggung jawab pada dirinya.

Sehingga Klien dapat menyeimbangkan Egogramnya, mendefinisikan kembali skiptnya, serta melakukan instrospeksi terhadap games yang dijalaninya..
Menurut Harris, proses konseling AT pada bagian pendahuluan digunakan untuk menentukan kontrak dengan klien, baik mengenai masalah maupun tanggung jawab kedua pihak. Pada bagian kedua baru mengajarkan Klien tentang ego statenya dengan diskusi bersama Klien ( Shertzer & Stone, 1980 : 209). 
Kontrak bagi Dusay (Cosini, 1984 : 419 ) adalah berbentuk pernyataan klien – terapis untuk bekerja sama mencapai tujuan dan masing-masing terikat untuk saling bertangung jawab, karena terapist bukanlah pula orang yang menanti mukjizat terapist. Kontrak dalam AT menurut Dusay mencakup 4 (empat) Komponen: 

1. Salling menyetujui, yakni terjadinya persetujuan dalam keadaaan ego state dewasa antara Klien – terapist untuk melakukan perubahan yang spesifik. 
2. Kompetensi, yakni kesediaan terapist untuk memberikan layanan yang menggunakan kompetensi yang dimilikinya, yakni merobah dan mengatasi persepsi klien yang salah atas diri dan lingkungannya. Kontrak untuk hidup sehat dan panjang umur     berada            diluar  jangkauan      kompetisiterapist
3. Tujuan yang legal, adalah menyangkut materi dan tujuan dari kontrak yang bersifatlegal. 
4. Konpensasi yakni menyangkut imbalan bagi terapist yang telah mengorbankan      waktu  dan      kemampuannya.

Setelah kontrak ini selesai, baru kemudian terapist bersama klien menggali ego state dan memperbaikinya sehingga terjadi dan tercapainya tujuan konseling.

 

http://go2psychology.blogspot.com/2012/01/analisis-transaksional.html

http://beequinn.wordpress.com/nursing/komunikasi-keperawatan/analisis-transaksional/

http://ipank-chelsea.blogspot.com/2012/03/analisis-transaksional.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s